Perjalanan hidup SEVEN E
Keadaan kehidupan mengakibatkan tempat tinggal kami berpindah pindah
Bapak Ibu bertemu di suatu Perkebunan di Cipari JawaBarat
Bapak bekerja sebagai Staf kantor sedangkan Ibu putri pimpinan
Pernikahan Bapak dan Ibu dalam penjajahan Jepang yang insecure
Mbakyuku tercatat lahir di Tjiamis sedangkan aku tercatat di Cilacap
Tepatnya aku lahir di perkebunan Kubangkangkung..
Bapak seorang yang berbadan tegap dan pemberani serta percaya diri
Ibu seorang yang cerdas dan kreatif dan juga percaya diri
Diriwayatkan umur 3bulan aku mengikuti Bapak Ibu "mengungsi"
Perkebunan dikuasai Belanda dan Bapak tidak mau berpihak ke Belanda
Sebagai seorang Republiken Bapak bergabung dengan "pasukan gerilya"
Kehidupan waktu itu penuh dengan ketakutan untuk keselamatan hidup
Berpindah pindah dan akhirnya sampai Desa Tambakmas kampung halaman Bapak
Desa Tambakmas wilayah Kab Magetan dan disinilah adikku Hari dilahirkan
Adikku lahir tahun 1949 dan tahun 1950 Bapak bergabung dengan Perkebunan Candisewu
Perkebunan dilereng Gunung Kelud sekitar 25km dari kota Blitar
Kami tinggal di rumah sederhana berdinding "gedeg"
Ibu pinter masak dan aku selalu mengikuti dimana beliau berada
Ada seseorang yang mengurus halaman dan menanam telo pohong di halaman
Seorang asli Candisewu yang lugu bernama pak Gumun
Pak Gumun mempunyai anak anak bernama Sumeh dan Seneng
Ikut juga bersama kami kakak beradik Koeran dan Djumilan dan mbok Yem
Aku nggak tahu bagaimana hubungan mereka satu dan yang lain
Mbok Yem sangat hormat dan loyal kepada kami
Mbok Yem memanggil Bapak Ibu dengan sebutan "nDoro"
Memanggil aku dan saudaraku dengan sebutan "Den"
Sekitar setahun tinggal dirumah gedeg, kemudian pindah ke "loji"
Bangunan besar berdinding tembok dengan halaman luas
Didepan telah kutulis bahwa Bapakku seorang Republiken yang anti Belanda
Beliau seorang pejuang kemerdekaan dan diakui tercatat sebagai Veteran
Sewaktu umur sekitar 4tahun aku suka buka lemari dan melihat sebuah pistol
Pada waktu menjadi anggota Mahawarman Aku tahu bahwa pistol itu adalah Vickers
Terbayang tentunya Bapak yang berbadan tegap sangat gagah dengan Vickersnya
Beliau bercerita sering berendam di sungai pada tengah malam selama 2-3jam
Di sungai yang berbatu dimalam yang gelap dan sangat sunyi serta desau angin malam
Beliau seorang pemberani dan sangat percaya diri..
Seingatku tidak lama tinggal di rumah loji kemudian pindah ke Kalibadak
Kalibadak merupakan afdeling (bagian kebun) dari Perkebunan Candisewu
Sepertinya Bapak menjadi Sinder yang bertanggung jawab dari afdeling
Kami tinggal dirumah yang terpencil dipuncak suatu lereng
Para pekerja kebun yang dimandori oleh pak Miluk tinggal dibawah
Rumah kami berpagar kawat berduri dikelilingi kebun kopi
Setiap pagi selalu terdengar kokok ayam hutan dan terbang menerobos pohon kopi
Waktu itu aku berumur 4 - 5 tahun, terlalu kecil untuk memahami kehidupan
Bapak memiliki senapan angin merek Diana Made in Germany kaliber 5,5mm
Senapan yang harus terdaftar dan ijin kepemilikan dari Kantor Polisi
Sering aku mainkan yang tentunya berbahaya bagi aku yang berumur sekitar10-11tahun
Karena Rahmat Allah semata kehidupanku terselamatkan
Pernah dipagi hari sewaktu aku masuk kamar mandi ada 5 ekor anak anak ular weling
Ibuku dengan tenang membuang ular ular tersebut keluar..
Pernah juga kutemukan ulat yang berwarna hitam dengan ukuran sebesar ibu jari kaki
Lingkungan yang masih sangat alami dan terpencil sendiri..
Untuk keamanan kami disediakan penjaga malam yang bernama pak Lowo
Ditemani anak anaknya dengan bersenjata klewang/golok
Aku masih kecil dan belum bisa bersosialisasi sehingga tidak mengenal mereka
Pasti belum ada listrik sehingga Petromax adalah andalan untuk penerangan
Ibuku sangat sabar menghadapi kehidupannya yang tentunya sangat "sulit"
Aku tidak pernah melihat Bapak Ibu bertengkar.. luar biasa..
Mereka pribadi pribadi yang memiliki prinsip kuat dalam menjalani kehidupan
Saat saat itu Aku tidak ingat Mbakyu dan Adikku ada dimana..
Seingatku kemudian Bapak Ibu tinggal di Blitar dirumah keluarga Sunaryo
Mungkin karena aku sekolah di Taman Kanak2 atau Kinder Garten Santa Maria
Kesekolah aku jalan kaki yang berjarak cukup jauh bagi anak berumur 5tahun
Aku berjalan kaki sering bersama temanku Untung, entah sekarang dimana..
Dalam perjalanan pulang aku sering masuk ke halaman orang yang ada pohon belimbing
Dalam bahasa Jawa disebut truthusan .. hehehe
Aku pernah sakit perut dan sakit perut yang sangat hebat..akhirnya ngobrok di celana
Entah bagaimana aku ditolong kusir dokar dan diantar pulang dari depan sekolah
Tahun 1953 kami pindah rumah ke Jalam Muradi PR 10
Komplek perumahan yang dibangun Pemerintah sebanyak 10 rumah
Nasib baik dalam undian Bapak dapat bagian ..
Dirumah ini kami menetap sampai Bapak dan Ibu dipundut oleh Allah swt.. Alfatihah
Kampung Sidorejo bagian dari Desa Bendogerit
Kampung Sidorejo dipimpin oleh pzmong Desa yang disebut Kamituwo
Beliau sering dipanggil dengan sebutan mbah Wo..
Usaha yang beliau jalankan semacam "laundry", mencuci dan menyetrika pakaian
Ibu menggunakan jasa beliau khusus untuk baju dan celana kerja Bapak
Waktu itu belum ada mesin cuci dan seterika listrik
Mencuci dengan tangan dengan sabun cuci balok cap tangan berjabat
Menyetrika menggunakan setrika besi tempa yang berat dan arang kayu
Serial waktu bersama Bapak-Ibu dan saudara terasa sangat kurang
Bapak dan Ibu pernah tinggal di perkebunan sedangkan aku bersaudara di Blitar
Di rumah Muradi Sidorejo bersama Mbah-Bu Tien dan Oom Sugeng (ex TRIP)
Masa kecilku sangat akrab dengan alam dan sangat variatif
Bulan purnama adalah moment yang sangat indah dan penuh nikmat untuk bermain
Dalam bermain aku sering jadi panutan seperti perilaku Tarzan atau pejuang
Berbaris dan bersorak "Merdeka" sambil mengepalkan tinju
Atau bermain "delikan/suit/petak umpet" pada malam minggu sampai jam 01.00
Tidak ada rasa takut walau didepan rumah bekas kuburan dan kamar mayat
Sebelah rumah pesawahan tempat Aku bersaudara bermain dengan "damen"
Bermain dengan air sawah yang terasa bagai kolam renang.. asyiik..
Ibuku tidak pernah marah (duko) walau pakaian kami kotor
Ibuku sangat sangat sabar dan penuh pengertian..
Ibuku pandai dan lancar berbahasa Belanda
Beliau suka bernyanyi lagu Belanda yang aku tidak mengerti artinya
Figur seorang Ibu yang sayang pada keluarga dan tangguh serta pandai
Beliau pandai memasak, membuat kue dan roti serta menjahit dan menyulam
Betapa kurang waktuku bersama beliau, sejak SMP klas 2 aku sudah hidup terpisah
Tahun 1959 Bapak pindah pekerjaan kePerkebunan Sisal (agave/serat nanas) di Jember
Perkebunan Kota Blater yang berjarak sekitar 30km dari kota Jember
Aku bersekolah di SMP Negeri 1 jember dan indekost di Jalan Mawar/Chairil Anwar 46
Setiap hari Saptu aku pulang ke Kota Blater pakai Bis Sekolah milik Perkebunan
Adikku Hari di SR Maria Fatima 1 dan Endro di SR Maria Fatimah 2, naik bis Sekolah
Kadang Ibuku ke Jember untuk belanja di Pasar Jember dan dijual lagi di Kota Blater
Lulus SMP aku melanjutkan ke STMNegeri Jember di Kreyongan jurusan Bangunan
Adikku Hari lulus SR melanjutkan ke SMPNegeri 1 Blitar tinggal di Muradi PR 10
Adikku Endro lulus SR melanjutkan ke SMP Bima di Tanggul. karena Bapak pindah
Bapak pindah ke Perkebunan Zelandia di Tanggul, 40km sebelah Barat Jember
Perk Zelandia adalah perkebunan karet yang berhawa sangat sejuk
Rumah kami ditempat ketinggian dengan anak tangga dan halaman bunga yang luas
Terbayang waktu pagi sekitar jam 05 - 06 membuka jendela kamarangin sejuk menerpa
Dibawah di jalan terlihat para pekerja "nderes" berbaris diabsen oleh seorang Mandor
Satu hal yang menarik adalah setelah para pekerja bubar dan masuk ke kebun karet
Serombongan kera (kethek) berkerumunan di bekas tempat apel pekerja
Aku sering berlari-lari dibawah pohon pohon karet sambil berteriak teriak
Kethek yang diatas pohon karet ketakutan berlompatan dari pohon ke pohon
Adikku ragil Widodo bersekolah SR di lingkungan kebun karet
Adikku Dodo yang tidak berpisah hidupnya dengan Bapak Ibu
Masih kuingat dia pulang bermain memakai baju hitam tenun dengan aplikasi jambu mente
Dia berdiri di luar dan kubukakan pintu untuknya... I love him and miss him so much.. Alfatihah..
Tentunya Bapak Ibu sangat terpukul kehilangan putra bungsunya
Waktu di Kota Blater adikku ini waktu umur 4tahun kecelakaan menduduki setrika panas
Ibu harus menghadapi musibah ini tanpa Bapak yang sedang di kantor
Ibuku yang cerdas langsung membopong adikku ke klinik yang jaraknya sekitar 300m
Ibuku.. ibuku.. kami sayang dan hormat padamu sepenuh hati..
Serial waktu berkumpul keluargaku sangat kurang..
Aku merasakan aku bersaudara kurang memahami bagaimana "hebatnya keluarga kita"
Sewaktu di Ngrangkah Pawon mbakyuku Endang sempat jadi Bidan Perkebunan
Dalam bekerja dibantu mbak Damar dari Pare keluarga Pak Poenjoel
Pak Poenjoel adalah tetangga sebelah rumah di Muradi PR 10
Selanjutnya beliau ini menjadi "besan" karena adikku Endro nikah dengan putrinya Henny
Tahun 1965 bulan Juli aku lulus dari STM Negeri Jember
Melanjutkan kuliah di Fakultas Sipil Universitas Merdeka
Universitas Merdeka dibina oleh KODAM Brawijaya dan memiliki Cabang
Cabang Univ Merdeka tersebar di beberapa kota di Prov Jatim
Mulai awal Oktober 1965 perkuliahan terganggu..
Ada info yang aku kurang faham bahwa terjadi "coup de tat" oleh PKI
Suasana kehidupan mencekam.. terjadi pembunuhan terhadap PKI
Aku tidak faham apa yang sebetulnya terjadi..
Diberlakukan jam malam dan patroli oleh tentara..
Aku kuliah di Malang dan setiap hari Saptu pulang ke Blitar
Naik kereta api yang berangkat sore hari dan sampai di Blitar magrib
Suasana perjalanan dari Stasiun KA ke rumah Sidorejo lengang mencekam
Jalan sepi lengang dan sekali sekali bertemu tentara patroli
Tentara mengenakan topi baja bersenjata senapan dengan sangkur terhunus
Prok.. prok.. suara sepatu boot menekan jalan aspal
Jalan sepiii sekali .. mencekam.. menakutkan..
Dirumah tinggal mbah dan bu Tien serta adikku Aan dan Otiek
Mereka senang dengan kedatanganku terutama adik adikku
Aku sering bawakan permen "BLIS" bentuk bulat berwarna putih
Hari Senen aku kembali ke Malang berangkat jam 03.00 dari rumah
Jalan kaki dari rumah ke stasiun merupakan uji nyali..
Rute dekat lewat depan kamar mayat dalam kegelapan dan rerimbun pohon bambu
Atau rute panjang dengan sedikit penerangan lampu jalan sepanjang Kebon Rojo
Kebon Rojo adalah semacam "hutan kota" yang sepi dengan Gereja Tua diseberangnya
Di kebon rojo ini sering aku bermain "bandulan" yang aku mainkan dengan berayun kencang
Aku juga sering malam hari memanjat pohon pohon di Kebon Rojo dalam permainan "suit"
Bersembunyi yang aku pikir sekarang berisiko jatuh.. bermain sampai tengah malam
Kehidupan anak anak didjaman tiada listrik dan keakraban dengan alam..
Kenangan masa laluku sekitar 65 - 70tahun yang lalu.. sekarang aku berumur 76tahun
Kampung Sidorejo.. masa kecilku dan remajaku berpetualang dalam keakraban alam
Bermain di lapangan.. di sawah.. di kali.. dan di kebun;; dan berayun ayun di pohon
Saat ini waktu Isya di rumah kontrakan di Purwakarta.. terbayang mbakyu & adik2ku
Berdamai dengan masa lalu.. berdamai dengan kenyataan dan berusaha menjalani
Semua baik Saudara dan anak anak tersita waktu menjalani kehidupan masing masing
Menuliskan apa yang aku rasakan adalah bagian dari menjalani kenyataan hidupku
Hasbunallah wa ni'mal wakil..Ni'mal maula wa ni'man nasiir..
19.47.. Tutuge.. mohon koreksi dan koleksi..
17 November 2023 jam 09.14 di SMK Bhakti Praja..
Anak anak didik aku beri tugas mendalami strategi pemasaran
Pemahaman strategi Promosi sebagai upaya agar produk dikenal
Produk dapat dikenal terutama oleh target pasar dan diminati
Metode,mengajar untuk agar siswa mengenal sumber belajar on line
Sumber belajar tidak hanya buku dan pendidik saja..
Pendidik berfungsi mengarahkan dan membantu memahami materi
Siswa akan terdorong untuk Kritis-Kreatif-Komunikatif-dan Kolaboratif
Pekerjaan mengajar ini aku perlukan untuk menunjang kebutuhan dapur
Mendorong mengikuti perkembangan informasi & teknologi komunikasi
Referensi materi pelajaran dan koleksi soal banyak tersedia di Google
Pembuatan soal dengan Google Form merupakan metode praktis
Sebenarnya aku sudah tidak cocok bergaul di lingkungan "muda"
Pola hidup dan gaya hidup generasi sekarang tidak cocok bagiku
Etika pergaulan yang cenderung kurang hormat ke orang tua
Kemauan belajar dan berprestasi yang rendah siswa pada umumnya
Comments
Post a Comment